Senin, 10 Maret 2008

Suku bunga BI tetap

Pemerintah Indonesia telah menyampaikan sejumlah perubahan asumsi dalam anggaran belanja negara perubahan tahun ini pada DPR.

Pemerintah antara lain menaikkan tingkat inflasi dari 6 % menjadi 6,5 %.

Sebagai respon, Bank Indonesia hari ini mengumumkan tingkat suku bunga tetap 8 %, untuk mendukung target inflasi pemerintah tercapai.

Tingkat suku bunga setinggi 8 %, sudah diberlakukan bank Indonesia sepanjang tiga bulan terakhir.

Melihat kenaikan harga minyak dan pangan global, serta ancaman perlambatan ekonomi akibat melemahnya perekonomian Amerika Serikat, Bank Indonesia memilih bersikap hati-hati dengan tetap memelihara suku bunga dititik ini, kata Direktur Perencana Strategis dan Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Amril Arief.

Tujuannya, menurut Arief, agar laju inflasi dapat dikendalikan.

Keputusan Dewan Gubernur Bank Indoensia ini dipandang tepat.

Direktur Lembaga Riset Danareksa Yudi Sadewa menilai, tingkat suku bunga yang dipertahankan delapan persen akan memudahkan pengendalian target inflasi yang sepanjang Januari-Februari saja, sudah mencapai hampir 2,5 %.

Tingkat suku bunga BI 8 % juga dinggap ramah terhadap sektor riil karena sejak ditetapkan akhir tahun lalu, berbagai bank menawarkan tingkat suku bunga pinjaman terendah dalam beberapa tahun terakhir, mencapai sekitar 13 %.

Diharapkan ini akan menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi yang akan membantu pemerintah mencapai target pertumbuhan 6,2 % tahun ini.

Melihat kecenderungan inflasi dan pertumbuhan ekonomi global saat ini, pengamat memperkirakan, BI masih akan terus mempertahankan tingkat suku bunganya dititik 8 %, hingga setidaknya pertengahan tahun ini.

Tidak ada komentar: