Perdana Menteri Israel Ehud Olmert memperingatkan penarikan pasukan dari Gaza, tidaklah berarti operasi militer sudah berakhir.
Semalam, sebagian besar tentara Israel ditarik beberapa hari setelah memasuki Gaza, untuk mencoba mengurangi serangan roket Palestina.
Operasi itu berakhir dengan kematian lebih dari 100 orang.
Kelompok militan Palestina, Hamas menyatakan kemenangannya atas pasukan Israel, dan mengadakan unjuk rasa di Gaza City.
Tetapi Olmert memberikan peringatan. "Apa yang terjadi dalam beberapa hari belakangan bukanlah peristiwa sekali saja."
Dalam dengar pendapat dengan komisi bidang pertahanan dan luar negeri di parlemen, Olmert mengatakan negeri itu sedang terlibat dalam pertempuran.
"Tujuannya adalah untuk mengurangi serangan roket, dan melemahkan Hamas.
Semuanya masih dimungkinkan.. serangan udara, serangan darat, dan operasi khusus semua didiskusikan." katanya.
Jedah
Seorang pejabat senior pemerintah yang dikutip kantor berita Reuters mengatakan Israel memberlakukan jedah dua hari, di saat Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice mengunjungi Jerusalem dan Ramallah di Tepi Barat hari Selasa dan Rabu.
Rice akan bertemu dengan Olmert dan presiden Palestina, Mahmoud Abbas.
Kunjungannya dimaksudkan untuk memajukan perundingan damai antara Palestina-Israel menyusul komitmen kedua belah pihak yang disampaikan dalam konprensi di Annapolis, bulan November.
Namun Abbas secara resmi memutuskan kontak dengan Israel sebagai protes atas aksinya di Gaza.
Sumber-sumber kesehatan mengatakan sedikitnya 112 warga Palestina tewas sejak hari Rabu, ketika Israel meningkatkan serangan di Gaza.
Tiga warga Israel tewas - seorang penduduk sipil yang terkena roket hari Rabu, dan dua orang tentara.
Kamp pengungsi
Hari Senin, kendaraan bersenjata Israel meninggalkan kamp pengungsi Jabaliya di Gaza Utara, tempat pertempuran paling berdarah.
"Operasi ini sudah selesai. Tujuan utama pemerintah Israel adalah menghentikan penembakkan roket ke selatan Israel," kata Wakil Perdana Menteri Israel Gaim Ramon kepada Radio Militer Israel.
"Kami berhasil menewaskan belasan teroris Hamas. Ini akan membuat mereka jera." tambahnya.
Kami mendesak pemerintah Israel untuk bertindak hati-hati guna mencegah korban di kalangan penduduk sipil
Departemen Luar Negeri AS
Namun seorang juru bicara bagi kelompok Hamas mengatakan kepada Reuters bahwa "musuh telah berhasil dikalahkan."
Namun menurut militer Israel, serangan roket ke arah Israel tidak berhenti, dengan lebih dari 25 roket diluncurkan hari Minggu, dan beberapa diantaranya mencapai Askhelon, sebuah kota berpenduduk 120 ribu jiwa.
Sedikitnya dua roket menghantam Ashkelon hari Senin setelah penarikan Israel.
Menurut sumber-sumber Palestina, pesawat-pesawat Israel melakukan sedikitnya delapan serangan awal hari Senin, menewaskan lima militan Palestina.
Mereka yang tewas diperkirakan adalah anggota gerakan Hamas atau dari kelompok Komite Perlawanan Populer.
Di Tepi Barat, berlangsung unjuk rasa menentang serangan Israel di Hebron,
Bethlehem, Qalqilya, dan di berbagai desa di sekitar Ramallah.
Seorang remaja ditembak oleh tentara Israel dalam demonstrasi yang diwarnai lemparan batu di dekat Universitas Birzeit.
Kebanyakan serangan udara di Gaza dilakukan terhadap bengkel-bengkel yang diperkirakan memproduksi senjata, dan laporan-laporan mengatakan angkatan laut Israel juga ikut dalam aksi tersebut.
Harus dihentikan
Pemerintahan Presiden Bush juga ikut mengecam menyerukan agar pertempuran di Gaza dihentikan.
"Kekerasan harus dihentikan dan pembicaraan harus dimulai kembali. "
Dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice segera akan tiba guna mengadakan pembicaraan dengan pemimpin Israel dan Palestina, sebuah pernyataan dari Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan "kami mendesak Israel untuk menjaga kemungkinan adanya korban di kalangan penduduk sipil".
Uni ropa mengkritik apa yang disebut penggunaan kekuatan berlebihan oleh Israel, dan juga mendesak agar serangan roket Palestina ke Israel dihentikan.
Perdana Menteri Turki, Tayyip Erdogan, salah satu dari sedikit sekutu Israel di dunia Islam, mengatakan tidak ada alasan kemanusiaan dan hukum yang bisa diterima atas serangan ke Gaza.
Selasa, 04 Maret 2008
Operasi Israel "belum berakhir"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar