Banyak orang mengabaikan kepercayaan pada koperasi, walaupun namaya sedikit suram di Indonesia tapi koperasi masih memberikan bukti sebagai solusi bisnis anda, mengapa tidak dalam usahanya koperasi selalu memberikan kontribusi yang besar untuk kesejahteraan anggotanya. Indonesia harus bisa mencontoh kontribusi besar terhadap perekonomian negara-negara maju disumbangkan oleh koperasi,lihat buktinya pada 300 peringkat koperasi di dunia, begitu mendominasi Amerika dengan menempatkan 67 Koperasi nya, di ikuti prancis dengan 55 koperasi, Jerman 32, Italy 23, dan belanda 19. jangan bersedih jika koperasi di Indonesia tidak masuk dalam 300 koperasi terbaik di dunia.
Jepang menempatkan koperasi nya di peringkat pertama dan kedua, Zen-Noh dan Zenkyoren adalah koperasi terbesar di jepang yang bergerak di pangan dan pertanian serta Zenkyoren bergerak dalam bidang asuransi. Perlu untuk kita renungkan dan menjadi pelajaran untuk kita berintropeksi sebagai gerakan koperasi, Bahwa yang mendominasi koperasi terbaik di dunia adalah negara-negara maju, sering kita salah kaprah dengan Amerika Serikat dan negara maju lainnya, yang menerapkan pola kapitalisme, tapi mengapa koperasi masih bisa berkembang bahkan subur di sana, sedangkan Indonesia yang sudah memang mencerminkan masyarakatnya dengan prinsip-prinsip koperasi masih jauh ketinggalan, apakah belum cukup dengan 60 tahun umur koperasi di negara kita.
Sejumlah usaha koperasi di AS juga mencetak rekor yang menakjubkan, produsen susu terbesar di AS yang bernama Dairy Farmer mencetak produksi hingga 56,5 miliar pound pertahun dengan omset US$ 8.909 miliar, Di sektor retail, wekefern Food Corp tercatat sebagai grosir terbesar dengan omset US$ 7,24 miliar.
Dari 300 koperasi terbaik di dunia dengan putaran modal mencapai US$ 983 miliar ( sekitar Rp.9.046 triliun)angka fantastis yang hampir sama dengan APBN kanada yang merupakan perekonomian no 9 terkuat di dunia.
Banyak yang menjadi pekerjaan rumah buat kita semua, bukan hanya pemerintah, tapi masyarakat juga harus menyadari betapa besar peran koperasi di negara-negara maju terbut, sungguh tidak bijak kalau kita hanya menyalahkan pemerintah.
Indonesia boleh saja kalah dengan pertarungan omset mungkin saja dengan bicara mutu koperasi kita tidak kalah, kita memang terikat dnegan peraturan, administrasi yang tertib bahkan birokrasi yang panjang mungkin di sanalah letak salah satu indikator kalau koperasi kita sulit untuk maju, toh buktinya banyak koperasi produksi dinegara kita yang bingung untuk menjual hasil produknya, karena sulitnya pasar dan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang dihasilkan koperasi, padahal mutunya juag tidak kalah saing dengan perusahaan-perusahaan berkelas, kita masih terpaku dengan 7 prinsip koperasi, aturan yang ketat bahkan yang lebih menyakitkan adalah citra koperasi yang masih belum pulih di mata masyarakat pasca KUD, jangan samakan semua koperasi adalah KUD, itukan landasan saja sebagai motor masyarakat di pedesaan sehingga sebagai sarana yang diperbantukan kepada masyarakat agar dapat berkoperasi, ya memang salah pengurus dan keteledaoran pemerintah yang tidak matang dalam menyusun rancangan usaha dan sistem kontrol terhadap KUD, ya akhirnya seperti ini.
Saya sedikit untuk menyinggung hasil kongres di Manchester Inggris ICA 1995, yang konsisten dengan jatidiri koperasi sebagai sarana kesejahteraan anggota, perlu untuk ditanya oleh kita semua Berapa batasan minimal kesejahetraan anggota koperasi yang dianjurkan? kitra tidak tahu semuanya, makanya di indonesia sulit untuk memajukan koperasi.
Minggu, 18 November 2007
Intropeksi Untuk Koperasi di Indonesia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar