| Alokasi Kredit Produktif Rp 1,2 T Bank Jabar Kesulitan Salurkan Kredit BANDUNG, (PR).-
"Kesulitan Bank Jabar untuk menyalurkan kredit produktif karena selama ini terbiasa menyalurkan kredit konsumtif. Selain itu, juga karena kesulitan mencari kreditur yang benar-benar kredibel agar kredit tidak macet," ujar Dirut Bank Jabar, Agus Ruswendi, S.E.,Ak.,M.M. dalam "Dialog Pengembangan Perkoperasian" di Aula Kampus Ikopin Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa (6/11). Pada kesempatan itu dilakukan penandatanganan kerja sama antara PT Pikiran Rakyat Bandung (PRB) dengan Ikopin serta Ikopin dengan PT Bank Jabar. Untuk menyalurkan alokasi dana kredit tersebut, Bank Jabar mengubah pola kerja dengan menyeimbangkan penyaluran kredit konsumtif dengan kredit produktif. "Aset Bank Jabar sendiri hingga kini Rp 24 triliun, dana masyarakat yang dihimpun mencapai Rp 20,9 triliun dan kredit yang tersalur Rp 13,2 triliun. Jadi kami masih punya pendanaan cukup besar untuk ke sektor produktif," jelas Agus. Saat ini, Bank jabar telah menyalurkan kredit kepada 13 koperasi karyawan dengan nilai Rp 162 miliar dan 112 koperasi umum dengan plafon kredit Rp 55,5 miliar. Pilar Ekonomi Hadir sebagai pembicara Rektor Ikopin Prof. Dr. Rully Indrawan M.Si., Kepala Dinas KUKM Jawa Barat Drs. H. Mustopa Djamaludin, M.Si., dan Ketua Koperasi Sauyunan H. Syafik Umar. Seminar dihadiri oleh 600 pengurus koperasi di Jabar. Para pembicara sepakat bahwa koperasi merupakan pilar utama perekonomian di Jabar. "Untuk itu, semua unsur mulai gerakkan koperasi, perguruan tinggi, pemerintah, media massa, swasta, hingga perbankan saat ini berkumpul untuk mencari solusi terbaik mengenai pengembangan perkoperasian di Jawa Barat," tutur Rektor Ikopin, Prof. Dr. Rully Indrawan, M.Si. Sementara Kepala Dinas KUKM Jabar, Drs. H. Mustopa Djamaludin, M.Si, mengungkapkan, Jawa Barat sejak awal sudah sepakat menjadikan koperasi salah satu pilar perekonomian Jawa Barat. "Sudah saatnya gerakan koperasi mencari solusi dan langkah untuk membangun Jabar dari sisi perkoperasian. Jabar telah ditetapkan menjadi provinsi koperasi merupakan bukti kerja keras dari insan perkoperasian di Jabar," katanya. Ketua Koperasi Sauyunan, H. Syafik Umar pada kesempatan tersebut menegaskan, semangat sauyunan kita wujudkan rasa kebersamaan untuk memajukan koperasi di Jabar. Mengembangkan koperasi menjadi inspirasi untuk mengembangkan ekonomi Jawa Barat. Harapan kita punya komitmen dan semangat yang sama untuk mengembangkan koperasi. "Dalam semangat sauyunan ini akan tercipta pula sebuah kebersamaan dalam memajukan perkoperasian di Jawa Barat, yang pada akhirnya mampu mengembangkan perekonomian di Jawa Barat, " papar Syafik Umar. (A-134)*** |
Kamis, 08 November 2007
Dialog Pembangunan Koperasi diJabar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar