Separuh dosen di Indonesia masih berkualifikasi sarjana strata-1. Mereka umumnya mengajar di perguruan tinggi swasta. Adapun di perguaruan tinggi negeri jumlahnya tinggal sekitar 35 persen. Untuk meningkatkan mutu mereka digenjot menempuh pendidikan S2.
Saat ini tercatat ada 155.000 dosen yang tersebar di perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta. Dari jumlah itu, sebanyak 75 ribu dosen diantaranya berstatus pegawai negeri sipil. "Untuk dosen swasta yang mengajarnya sesuai basis keterampilan misal teknologi informasi, akan dicarikan program pasca sarjana apa yang cocok,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Fasli Jalal, Rabu (25/2).
Departemen Pendidikan, kata dia, menyediakan 5.500 paket beasiswa S-2 yang bisa diperebutkan dosen perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta. Sebanyak 300 paket diberikan kepada dosen berprestasi yang ingin menyelesaikan program strata-2 nya di luar negeri seperti Australia, Belanda, Amerika Serikat dan Jerman.
Pemerintah, lanjut dia, menargetkan lima tahun kedepan semua dosen sudah berkualifikasi strata-2, “Satu dari empat dosen sudah mendapatkan gelar doktor,” ujarnya.
Rektor Universitas Negeri Jakarta Bedjo Sujanto menyatakan perguruan tinggi negeri yang dipimpinannya sejak tahun lalu telah mengalokasikan anggaran cukup besar untuk pendidikan dosen. Pada 2009, ia mengalokasikan dana Rp 1,6 miliar untuk dosen yang ingin kuliah S-2 dan S-3 baik di dalam maupun luar negeri. Perguruan tinggi ini menerapkan semua dosen diwajibkan kuliah lagi, kecuali mereka yang tidak berminat karena akan pensiun.
TEMPO Interaktif,
REH ATEMALEM SUSANTI
Kamis, 05 Maret 2009
Separuh Dosen Indonesia Masih Tamatan Strata-1
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar