
Dikutip dari wgtt.org
Program Pelatihan Wirausaha dan Edukasi Perbankan (PWEP) yang merupakan bentuk sinergi kebersamaan dalam kerangka ’Komitmen Tokyo’ dengan fokus kepada pemberian pembekalan dan konsultasi bagi para peserta magang (kenshusei) di Jepang akan terus dilaksanakan dan dibarengi dengan program pendampingan untuk menjadi wirausaha mandiri setelah mereka kembali ke Tanah Air, demikian salah satu kesimpulan dalam acara PWEP yang dilaksanakan di Kanazawa, Jepang hari ini 10 Februari 2008, jumlah peserta 72 Orang. PWEP ini sendiri merupakan kerja bareng antara Working Group for Technology Transfer (WGTT) dan Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPI Jepang) dan didukung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tokyo dan KBRI Tokyo.
Duta Besar RI untuk Jepang dan Mikronesia, Jusuf Anwar dalam sambutan tertulisnya menyatakan sangat mendukung program pelatihan seperti ini dalam upaya menumbuhkan kader wirausaha tangguh dan secara simultan memberikan dukungan untuk pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Direktur WGTT, Dr. Fauzy Ammari menginformasikan bahwa PWEP ini sudah direncakanakan dan akan dilaksanakan secara simultan di 7 region yang berbeda di seluruh Jepang dan akan diikuti dengan pemetaan industri kecil dan menengah di Jepang dan potensi transfer teknologinya ke Indonesia.
Materi pelatihan ditekankan kepada teknik-teknik perencanaan keuangan, manajemen bisnis dan kiat-kiat membangun usaha secara mandiri, edukasi perbankan dan sistem pembiayaan bisnis ini disampaikan secara interaktif kepada para kenshusei yang berasal dari daerah Fukui, Kanazawa dan Toyama dalam region Hokuriku. Para pemateri yang berasal dari tim WGTT dan BI Tokyo yang berpengalaman dalam bidang bisnis UMKM, perencanaan keuangan dan pembiayaan perbankan.
Lebih jauh, Komitmen Tokyo merupakan sinergi kebersamaan beberapa pihak antara lain: KBRI Tokyo, KJRI Osaka, Kementerian Negara Koperasi dan UKM (Deputi Bidang Pengembangan SDM), Depnakertrans (Ditjen Pembinaan, Pelatihan dan Produktivitas), BI Tokyo, BNI Tokyo, IMM (Lembaga penyalur kenshusei terbesar di Jepang), dan WGTT (LSM yang berfokus pada bidang riset dan survey UKM Jepang, pelatihan, konsultasi bisnis dan perencanaan keuangan), dan bertujuan untuk memberikan pembekalan, konsultasi dan pendampingan bagi para kenshusei di Jepang untuk menjadi kader wirausaha.
Rabu, 05 Maret 2008
PWEP di Hokuriku, Jepang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar